Pinjammodal.id – ada 5 Permasalahan Keuangan Milenial yang banyak orang beranggapan bahwa para generasi milenial ini memiliki tingkat literasi digital yang cukup baik, tetapi dalam hal keuangan atau finansial tampaknya masih minim pengetahuan terhadap sisi satu ini. Hal ini dibuktikan oleh survey yang dilakukan sebuah perusahaan di Amerika Serikat tentang bagaimana mereka berdiskusi mengenai keuangan atau finansial dengan pasangannya. Mereka membutuhkan waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk membicarakan permasalah keuangan finansial dengan pasangannya baik itu seputar hutang, kredit, maupun asset masa depan.

Permasalahan Utama Keuangan Milenial

Masih Minimnya informasi yang diterima tentang finansial

Salah satu permasalahan finansial millennial adalah minimnya informasi yang diterima milenial tentang Finansial sehingga kurangnya kesadaran untuk mempelajari cara mengelola keuangan pribadi. sehingga banyak Permasalahan terhadap Keuangan Milenial

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman sebenarnya semakin banyak pilihan untuk memudahkan pengelolaan keuangan. akan tetapi, jika mereka hanya mengetahui hanya sebatas Kartu kredit, maka kedepannya milenial akan ketinggalan perkembangan dari dunia finansial.

Sebagai generasi milenial, social media seharusnya sudah menjadi makanan sehari hari, utamakan mengikuti tren finansial bukan hanya mengikuti tren fashion atau teknologi saja, follow akun akun yang membahas informasi seputar Finansial agar kamu tetap mendapatkan asupan informasi tentang keuangan agar tehrindar dari masalah masalah finansial di masa depan

Potensi Besar Miliki Banyak Hutang

Bagi sebagian orang, kartu kredit adalah “kartu sakti” yang bisa membantu dalam mengeluarkan uang instan dan memudahkan transaksi finansial, tak terkecuali generasi milenial. Padahal dengan kamu memiliki kartu kredit, Resiko terlilit hutang semakin tinggi.

Salah satu masalah besar terhadap kartu kredit ini adalah, pengguna sering menganggap kartu kredit adalah jalan instan untuk mendapatkan uang tambahan untuk bertransaksi. Yang seringkali tidak disadari adalah besarnya bunga dan denda apabila terlambat membayar tagihan kartu kredit. Sebaiknya porsi hutang atau keselurahan cicilan kamu tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan agar kamu bisa membayar hutang dengan tepat waktu dan tidak membayar denda lebih.

Jadi, sebaiknya kamu lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit, bisa membantu kamu dalam kesulitan, akan tetapi bisa juga menjadi senjata makan tuan juga.

Baca juga : 4 hal yang bisa membuat kredit scoring mu jadi buruk

Tuntutan Gaya Hidup

Kenali mana kebutuhan mana keinginana. Di era saat ini, semakin tinggi lingkungan social, semakin tinggi gaya hidup semakin tinggi pula dana yang akan kamu keluarkan untuk mempertahankan gaya hidup tersebut. Adanya tuntutan gaya hidup sebenarnya sering menimbulkan problem bagi para milenial, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Sekali lagi, perlu dikenali mana kebutuhan dan mana keinginan agar kamu tidak terjebak dalam gaya hidup yang konsumtif.

Mungkin kamu sering mengeluh tidak punya uang karena pendapatan kamu habis untuk memenuhi tuntutan gaya hidup yang tinggi.

Adanya Inflasi

Masalah ini harusnya lebih diperhatikan kembali oleh para milenial. Tanpa disadari Permasalahan keuangan yang satu ini akan sangat berdampak bagi keuangan mereka. Dengan adanya inflasi yang membuat kenaikan harga barang sekitar 4% per tahun, akan menurunkan daya beli generasi milenial yang hanya menaruh uangnya di Bank dengan bunga 2% per tahun. Untuk itu, rencanakan keuangan terbaik kamu dari sekarang, salah satunya dengan memikirkan asset masa depan , agar adanya inflasi tidak mempengaruhi kondisi keuanganmu.

Baca Juga: Gaji cuma numpang
lewat aja ? cek artikel ini

Konsumtif Terhadap Experience

Ini juga bisa menjadi masalah bagi kaum milenial di era sekarang. Pada era terdahulu, kebiasaannya lebih kepada membeli suatu barang atau membeli pada barang yang tak bergerak, tetapi nyatanya sekarang generasi milenial lebih mementingkan suatu experience dibandingkan kedua hal diatas. Contohnya, banyak sekali anak muda yang suka travelling, menghabiskan waktu di restoran dan kafe, sedangkan simpanan dana yang mereka miliki sangat minim.

Dengan gaya hidup yang mereka jalani, Experience menjadi sesuatu yang lebih berharga dibandingkan menabung atau memiliki asset masa depan . Mindset seperti ini yang perlu sedikit diperbaiki karena mereka sebaiknya mulai memikirkan masa depan mereka dengan cara memiliki asset untuk masa depan yang lebih baik.

Rencanakan Asset Masa Depan mu Untuk Masa Depan Lebih Baik!

Bukan tidak mungkin permasalahan keuangan yang mendera kaum milenial sekarang akan memberikan efek buruk yang berkepanjangan kedepannya. Karena itu, gunakan dana kamu secara bijak dengan cara membeli barang yang mempunyai nilai tinggi sebagai asset masa depan . Pinjam Modal memberikan kamu pilihan untuk melakukan pendanaan dengan benefit yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here