Cara Mengatur Keuangan UMKM

22
Cara Mengatur Keuangan UMKM

Pinjammodalid – UMKM pada dasarnya merupakan harapan untuk bangkitnya perekonomian bangsa. Untuk itu segala kegiatan UMKM harus mendapat banyak dukungan terutama dari Pemerintah Indonesia. Ditambah lagi saat ini semakin banyak UMKM baru yang bermunculan, terutama dengan kemudahan para pelaku usaha untuk membuka toko online.

Hal ini memudahkan banyak orang untuk memiliki usaha sendiri tanpa memikirkan modal yang terlalu besar untuk menyewa tempat maupun pegawai dengan jumlah yang banyak. Di sisi lain masih terdapat beberapa masalah yang sering kali dialami oleh para pelaku usaha, terutama dalam hal mengatur keuangan.

Mengelola keuangan bukan hanya sekedar mengatur pemasukan dan pengeluaran saja, tapi bagaimana bisa mengatur keseluruhan harta yang dimiliki oleh para pemilik usaha. Berikut ini adalah cara jitu mengatur keuangan UMKM :

  1. Membuat Pencatatan Keuangan

Dalam mengelola keuangan, dibutuhkan lebih daripada sekedar ingatan, seorang pelaku usaha harus memiliki pencatatan yang lengkap mengenai usaha mereka. Setidaknya kamu perlu memiliki buku untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Dan pada akhir minggu atau akhir bulan, kamu bisa mencocokkan setiap saldo uang yang ada dengan catatan yang telah kamu buat. Hal ini bertujuan untuk mengontrol keuangan perusahaan dan memastikan agar pemasukan dan pengeluaran berimbang dan terekam dengan baik dalam catatan tersebut.

2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Pentingnya memisahkan uang pribadi dan uang hasil usaha adalah karena kamu bisa mengatur dengan baik dan membedakan mana hasil dari usaha dan mana yang memang milik pribadi. Sehingga pada saat evaluasi kamu bisa mudah melihat berapa jumlah omzet, apakah mengalami penurunan atau peningkatan setiap bulannya.

3. Pengelolaan Stok Barang

Pengelolaan stok dalam bisnis UMKM bisa menghindari terjadinya kelebihan atau kekurangan stok. Sebab jika terjadi kelebihan stok bisa mengakibatkan pengeluaran yang berlebih, namun jika terjadi kekurangan stok akan membuatmu terpaksa harus menolak calon pembeli dan otomatis mengurangi jumlah pemasukan. Dengan mengatur stok secara rutin, kamu bisa memperkirakan jumlah stok yang sekiranya cukup untuk masa mendatang.

4. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Setiap usaha memang membutuhkan modal untuk memastikan usaha kamu tetap berkembang. Terkadang kamu terpaksa harus melakukan pinjaman modal. Hal tersebut sangatlah wajar. Namun, hindari untuk menunda pembayaran tagihan pinjaman atau pembayaran kartu kredit. Menunda pembayaran akan berakibat menambah pengeluaranmu karena harus membayar bunga tambahan. Agar tidak lupa, pastikan kamu selalu mencatat tenggat waktu pembayaranmu dan pasangkan mode pengingat agar tidak lalai dalam membayar tagihan.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu praktikkan untuk menjaga agar keuangan usahamu tetap stabil. Pastikan hal tersebut kamu lakukan agar usaha kamu tetap bertahan dan keuanganmu aman terkendali.

#BekaliLangkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here