(Image Source : Freepik.com)

Pinjammodal.id – Bicara seputar ekonomi Indonesia, tidak akan ada habisnya ya Sahabat Pinjam Modal. Salah satu pendorong kemajuan perekonomian Indonesia, bukan hanya ada pada sektor industri dan perusahaan besar saja loh. Tapi kemajuan perekonomian Indonesia dapat berkembang pesat salah satunya adalah , terdapat dukungan dari jenis usaha yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia, yakni usaha UKM dan UMKM. Keduanya merupakan istilah yang mengacu pada bisnis pasar luas dengan skala kecil dan menengah.

Dilansir dari situs Kompasiana.com, Istilah UKM mulai muncul pada tahun 1993, namun pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 dan membagi UKM menjadi dua yaitu UKM dan UMKM. UKM merupakan singkatan dari Usaha Kecil Menengah. Sedangkan UMKM adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UKM dan UMKM mulai tenar di kalangan masyarakat Indonesia khususnya saat ada krisis moneter pada tahun 1998 dan krisis ekonomi global pada tahun 2008. 

Terdapat hal-hal yang membuat istilah UKM dan UMKM berbeda. Pasalnya, sering kali kita menganggap bahwa antara UKM dan UMKM sama. Hal ini perlu diketahui untuk memasukkan kategori usaha yang akan dikelola nantinya. Nah, di artikel ini akan di bahas perihal penjelasan tentang perbedaan kedua jenis usaha, pengertian, dan apa yang mebedakan kedua istilah tersebut. Yuk simak penjelasannya.

Usaha Kecil Menengah  (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan kegiatan bisnis yang dijalankan oleh per orangan (skala kecil) atau badan usaha (skala besar) yang masing-masing omzetnya mencapai Rp 50 juta hingga Rp 200 juta. Mayoritas pelaku bisnis UKM adalah pebisnis rumahan yang menjalankan bisnis mereka di rumah. Bisa dilihat juga dari Jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis ini, biasanya UKM hanya membutuhkan 1-5 orang pegawai saja.

Adapun menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan, pemilik dari usaha kecil menengah, harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Menurut Surat Edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK yang membahas mengenai Kredit Usaha Kecil. Pada perkembangannya, jenis usaha ini terbagi menjadi empat kriteria khusus, yaitu:

  1. Livelihood activities, misalnya pedagang kaki lima.
  2. Micro enterprise, misalnya pengrajin rumahan.
  3. Small dynamic enterprise, misalnya pengrajin yang telah mulai melakukan jual beli.
  4. Fast moving enterprise, misalnya pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya menjadi jenis Usaha Besar.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 

Istilah UMKM lahir dari 3 jenis usaha yang sebelumnya adalah jenis usaha Mikro, Usaha Kecil , dan Usaha Menengah. Memang definisinya hampir mirip seperti UKM, hanya saja yang membedakan adalah dari segi omzet atau aset yang dimiliki oleh pelaku bisnis UMKM jauh lebih besar minimal Rp 300 juta bahkan hingga miliaran. Dari segi jumlah karyawan pun, pengelola bisnis UMKM umumnya lebih banyak mempekerjakan karyawan mengingat skala bisnis yang dilakoni jauh lebih luas. Suatu UMKM serius yang sukses bisa mempekerjakan kurang lebih 30 karyawan. UMKM merupakan usaha yang berskala cukup besar dilihat dari aset kekayaan yang didapat sebagaimana yang telah dibahas di atas. Adapun contoh yang bergerak dalam usaha ini adalah usaha peternakan, perkebunan, pertanian, grosir impor maupun ekspor, jasa kurir, jasa transportasi dan lain sebagainya.

Pembahasan tadi merupakan pengetahuan singkat yang dapat membantu sahabat Pinjam Modal, terutama bagi yang baru akan memulai usaha. Sehingga kamu dapat membedakan, apakah usahamu ini termasuk ke dalam kelas UKM atau UMKM. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat Pinjam Modal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here