Gajian Cuma Numpang Lewat? Bisa Jadi Karena Latte Factor!

0
95
gajian cuma numpang lewat

Pinjammodal.id – Suka ngerasa gajian kaya numpang lewat aja? Belum pertengahan bulan udah merasa bokek? Padahal anda tidak merasa membeli sesuatu yang mahal ataupun mewah. Bahkan Anda bingung ke mana uang tersebut habis terpakai. Apa anda pernah mendengar istilah Latte Factor? Kali ini kita mengupas apa itu latte factor dan hubungannya latte factor dengan keuangan?

Jadi apa yang dimaksud dengan Latte Factor? Dilansir dari detik.com , David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan di Amerika Serikat mencetuskan istilah latte factor, yaitu kebiasaan kecil tetapi rutin menghabiskan penghasilan. Istilah latte ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang seringkali menghabiskan waktu dan uang untuk menyeruput kopi di kafe atau restoran.

Istilah latte factor sebenarnya tidak hanya soal pergi ke kafe atau minum kopi saja, tetapi relevan juga untuk pengeluaran kecil lainnya, seperti beli air mineral kemasan, camilan, belanja online, atau nonton bioskop. Setiap orang memiliki latte factor dan jenisnya bisa berbeda. Namun kebanyakan adalah untuk membeli minuman-minuman dan makanan kecil.

Bicara tentang latte factor tandanya kita berbicara juga soal keuangan. Sederhananya begini, anggaplah Anda selalu membeli kopi setiap hari seharga Rp15 ribu. Dalam seminggu, tandanya Anda sudah mengeluarkan uang sebesar Rp105 ribu. Kemudian kalikan dalam setahun. Total yang Anda habiskan bisa mencapai Rp5,4juta. Angka yang lumayan besar bukan?

Itu baru di kopi saja, belum lagi pengeluaran yang Anda habiskan untuk makan di restoran. Misalnya, seminggu 3 kali Anda makan dengan budget sebesar Rp100 ribu.

Belum lagi, Anda selalu menggunakan jasa transportasi online untuk bepergian setiap hari. Coba hitung kembali berapa biaya yang bisa Anda keluarkan dalam total waktu setahun.

Belum lagi untuk para perokok, rokok adalah salah satu latte factor bagi para perokok, yang tanpa mereka sadari menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka. Jika Anda adalah seorang perokok yang menghabiskan sebungkus rokok sebesar Rp 20.000 per harinya, maka dalam 30 hari, sebenarnya Anda mempunyai dana sebesar Rp 600.000 yang dapat anda alokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Dalam waktu 5-10 tahun, ditambah nilai inflasi, jika dana tersebut Anda investasikan atau tabung pasti hasilnya bisa membuat Anda tercengang dengan sendirinya. Oleh karena itu, kebiasaan seperti ini sulit dilepaskan dan ditinggalkan, mungkin saja kebiasaan ini sebenarnya bukan sebuah kebutuhan yang sedari awal harus dipenuhi.

Istilah Latte Factor dipopulerkan oleh David Bach, penulis buku finansial ternama. Latte factor adalah pengeluaran untuk hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan, yang terlihat kecil dan tanpa sadar dilakukan terus menerus, hingga akhirnya membuat pengeluaran membengkak dan menjadi besar.

Yuk mulai gali apa yang menjadi latte factor anda, karena dengan mengetahui latte factor anda dan mengubah kebiasaan tersebut perlahan-lahan, anda sedang menciptakan masa depan anda menjadi lebih baik dan pastinya lebih hemat. Semoga keuangan anda semakin lebih baik dengan mengendalikan latte factor anda.

Jangan lupa kunjungi website kami di www.pinjammodal.id dan juga follow Instagram dan facebook kami di @pinjammodalid .

Author by : Devina Mulya 
IG : @devinamulya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here