Soft Selling vs Hard Selling

51
Soft Selling vs Hard Selling

(Image Source : Pexels.com)

Pinjammodalid – Dalam berjualan online, kemampuan membuat konten sangat mempengaruhi ketertarikan calon customer kita. Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk dari toko online, pembeli akan melihat produk yang ditawarkan melalui postingan yang kita unggah di media sosial ataupun marketplace. Untuk itu peran konten bagi UMKM online sangatlah penting.

Sehubungan dengan pembuatan konten yang menarik, terdapat dua jenis konten yang bisa kamu gunakan untuk berjualan produk di media sosial, yakni konten yang hard selling dan soft selling. Lalu, apa perbedaan antara hard selling dan soft selling? Manakah konten yang lebih efektif untuk berjualan? Yuk cari tahu selengkapnya!

Soft Selling

Teknik yang satu ini adalah teknik berjualan menggunakan kalimat yang halus (soft) untuk menarik perhatian para pembeli, dan biasanya memiliki kemampuan untuk membuat audiens menjadi penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk yang sedang kamu bahas. Tentunya lewat teknik ini, kamu dapat membuat konten yang lebih insightfull seperti edukasi produk, manfaat produk, ataupun konten yang menjelaskan lebih tentang benefit produk tanpa terkesan ‘berjualan’.

Hard Selling

Sedangkan hardselling adalah teknik berjualan secara langsung dan blak-blakan. Biasanya konten hardselling ini memiliki tujuan menarik konsumen untuk langsung melakukan pembelian. Konten hardselling ini cocok jika kamu sedang melakukan promosi di toko online kamu, dan secara langsung ingin memberi tahu tentang promo tersebut agar customer segera membeli produk pada periode promosi tersebut.

Teknik hardselling bisa diaplikasikan dalam konten kamu asal tidak terlalu sering, sebab jika terlalu banyak konten seperti itu, bisa membuat konsumen kamu terganggu karena merasa ‘dipaksa’ untuk membeli.

Baca juga : https://blog.pinjammodal.id/promosi-jualan-dengan-google-adwords/

Nah, dari kedua teknik berjualan tersebut, manakah yang lebih baik? Sebenarnya keduanya bisa digunakan untuk konten toko online kamu, hanya saja tujuan dan proporsinya harus diatur sedemikian rupa. Kamu harus bisa menempatkan mana yang lebih cocok dengan audiens kamu. Tentunya keseimbangan dalam konten yang kamu posting akan membuat audiens nyaman melihat profil toko onlinemu,

Selamat mencobanya ya, Sahabat!

Kamu tentukan arah, Pinjam Modal #bekalilangkah. Download aplikasinya di Playstore dan Appstore!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here