1. Temukan nama yang menarik.

Pinjammodal.id – Cari nama yang singkat, unik, dan bisa dicari dengan mudah di internet. Tips untukmu, coba pikirkan nama yang menarik dengan dua suku kata (seperti Twitter, Facebook, Tinder, Starbucks, atau Lacoste). Akan lebih baik lagi jika kamu bisa menemukan nama yang memiliki arti personal sehingga kamu bisa mempromosikannya lebih mudah. Setelah itu, cari apakah merek dagang tersebut sudah pernah digunakan. Cek website http://e-statushki.dgip.go.id/ atau di situs http://www.asean-tmview.org/tmview/welcome. Opsi lainnya, (jika kamu tidak ingin repot mencari merek dagang itu all by yourself)kamu bisa menghubungi jasa konsultan HKI.

2. Persiapkan semua dokumen bisnisnya.

Siapkan gambaran yang jelas mengenai konsep dan model bisnis kamu; nama merek dagangnya, slogan serta desain yang diinginkan, serta seperti apa bisnis tersebut nantinya. Setelah itu, daftarkan di kantor Dirjen Hak Kekayaan Intelektual. Baiknya, kamu memiliki notaris selama proses tersebut, dan jangan gunakan PT jika perusahaan kamu bukan Perseoran Terbatas. Cek http://www.dgip.go.id/

3. Pastikan kamu juga memiliki website pribadi

Nama website yang baik pastinya adalah nama produk kamu sendiri, semisal Hanna Pillow atau Hanna Rooms. Namun, cek kembali apakah nama domain tersebut sudah pernah digunakan sebelumnya. Lagi, jangan pernah malu jika kamu memang membutuhkan bantuan. Gunakan jasa pembuatan website jika kamu kurang mengerti prosesnya. Biayanya sangat beragam, mulai dari Rp3.000.000,- hingga Rp10.000.000,-, sesuai dengan tampilan situs.

4. Daftarkan bisnismu.

Ini yang paling penting, pastikan kamu mendaftarkan usaha tersebut di Direktorat Jenderal Pajak untuk mendapatkan ijin dan NPWP. Siapkan Tanda Daftar Perusahaan, Surat Ijin Usaha Perdagangan, Rapat Umum Pemegang Saham, serta Surat Keterangan Domisili Perusahaan. Tidak mengerti apa saja surat-surat tersebut? Berarti kamu membutuhkan notaris untuk mengurus hal-hal itu. Oh ya, di tahap ini, pastikan kamu juga mengasuransikan bisnis tersebut.

5. Terakhir, Buka akun bank khusus untuk bisnis tersebut

pinjaman modal usaha

Siapkan Surat Ijin Usaha Perdagangan, NPWP, Akte Pendirian dan dokumen lainnya untuk membuka rekening perusahaan. Gunakan akun ini – bukan akun pribadi – untuk membayar pajak dan asuransi perusahaan. Rekening ini juga bisa kamu gunakan untuk membeli keperluan bulanan bisnismu, membayar gaji karyawan, dan berbagai keperluan lainnya. Dengan begitu, kamu tak perlu pusing membagi uang antara bisnis dan keperluan pribadi. Oh ya, pastikan kamu juga menyisakan minimum Rp10.000.000,- di akun bisnis kamu tiap bulannya sebagai saldo minimum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here