Prestasi Anak Bangsa Temukan Penawar Kanker

0
38

Pinjammodal.id – Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani merupakan tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang berhasil menjadi juara dunia berkat temuan obat penawar kanker. Obat tersebut berasal dari batang pohon tunggal atau dalam bahasa Dayak disebut “Bajakah” yang ditemukan di hutan Kalimantan Tengah.

Penemuan ini bermula dari informasi Yazid yang menjelaskan bahwa di hutan Kalimantan Tengah ada sebuah tumbuhan yang dapat menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium 4 juga bisa sembuh. Yazid mengatakan bahwa tumbuhan ini kerap digunakan keluarganya.

Akhitnya, bersama dengan guru pembimbing bernama Helita yang merupakan guru biologi, ketiga siswa tersebut memulai peneliat serius terkait kayu Bajakah tersebut. Penelitian diawali dengan uji laboratorium di sekolah mereka, kemudian mereka pun melakukan uji sampel penelitian lanjutan.

Penelitian lanjutan ini menggunakan 2 ekor tikus betina kecil putih yang disuntikkan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker. Tak lama pun, sel kanker berkembang dan menyebar di tubuh tikus yang ditandai dengan banyakknya benjolan pada tubuh tikus yang muncul dari ujung kepala sampai ekor. Lalu mereka memberikan dua obat penawar berbeda kepada tikus. Tikus yang pertama diberi minum bawang dayang dalam bentuk cairan, sedangkan tikus yang kedua diberikan air rebusan yang berasal dari kayu Bajakah.

Helita pun mengungkapkan hasil penelitian tersebut, “Setelah memasuki hari ke 50, mencit yang diberikan air penawar dari bawang dayak mati, sementara mencit yang diberikan cairan kayu Bajakah, tetap sehat bahkan justru bisa berkembang biak, paparnya.”

Kemudian pada awal bulan Mei 2019, mereka melanjutkan penelitian dengan memeriksa kadar yang terdapat pada kayu Bajakah tersebut melalui uji laboratorium dengan bekerjasama dengan pihak laboratorium di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hasil tertulis uji laboratorium berhasil menemukan kandungan fenolik, steroid, tannin, alkonoid, saponin, terpenoid, hingga alkonoid dari kayu Bajakah, serta akhirnya diketahui bahwa kayu Bajakah itu memiliki kandungan yang cukup kaya antioksidan bahkan ribuan kali lipat dari jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan.

Pada 10 Mei 2019, ketiga siswa ini mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) yang dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan membawa hasil temuan mereka yang telah diolah menjadi serbuk the siap seduh. Mereka pun memenangkan keluar sebagai juara terbaik se-Indonesia, meraih medali emas dan terpilih sebagai tim yang mewakili Indonesia di World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.Namun Yazid tidak dapat turut serta sehingga hanya diwakilkan oleh timnya, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani. Ternyata, mereka berhasil memenangkan perlombaan tingkat nasional ini. Anggina dan Asya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas mengalahkan 22 negara lainnya di ajang World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Author by : Stephanie Sabrina
IG : @stephaniesabrinaaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here