Sindrom Dory , Hati-Hati Bagi Anda Yang Pelupa

0
185

Pinjammodal.id – Siapa saja yang pernah menonton film Finding Dory keluaran rumah produksi Pixar?, mungkin anda masih ingat cuplikan pembicaraan Dory dengan Marlin, ayah Nemo dalam film Finding Nemo ketika dirinya begitu cepat lupa akan hal-hal yang baru saja dibicarakan. Marlin menyangkal bahwa Dory menderita ‘short term memory loss’. Ya, Dory, si ikan kecil berwarna biru, cerewet, tapi menggemaskan. Tetapi, di balik kelucuannya, ia adalah seorang anak hilang yang terpisah lama dari orang tuanya. Malangnya lagi, Dory memiliki penyakit ‘pelupa‘ atau Sindrom Dory. Inilah yang membuat perjuangan ikan kecil tersebut semakin sukar dalam menemukan kembali orang tuanya.

Sindrom Dory berbeda dengan Amnesia

Pada kehidupan nyata, Short-term memory loss yang dialami tokoh Dory juga terjadi pada kehidupan manusia. Short term memory loss atau Sindrom Dory merupakan suatu gejala penyakit kehilangan kemampuan mengingat atau merekam sesuatu hal yang baru saja terjadi. Penyakit ini berbeda dengan amnesia. Amnesia adalah kehilangan seluruh memory dalam ingatan dalam jangka waktu lama. Short term memory loss ini hanya lupa sejenak pada sebagian kecil dalam waktu beberapa detik atau bisa juga berhari-hari. Namun, memory lampau masih terekam atau teringat dengan baik.

Pada dasarnya, semua peristiwa atau kejadian yang dialami dalam waktu 30 detik sampai beberapa hari ke depan akan disimpan dalam memori tersebut. So , apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang mudah mengalami gangguan memori jangka pendek? Jawabannya banyak. Mulai dari medis, psikologis, kondisi tubuh, cidera, hingga gaya hidup.

Sindrom Dory
Image Source : myohealingmassage.com

Melansir dari WebMd, ada banyak faktor yang menyebabkan hilangnya ingatan, baik itu yang lupa sesekali maupun kasus hilangnya memori jangka pendek. Faktor-faktor tersebut di antaranya, penggunaan obat-obatan, konsumsi rokok dan alkohol, kurang tidur, stres, depresi, kurang nutrisi, stroke, dan demensia.

Namun yang pasti, mengutip Healthline, short-term memory loss akan terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Meski dapat dialami oleh orang usia muda, tetapi belum tentu itu merupakan tanda penurunan kognitif, melainkan karena brain overload.

Terdapat cara-cara untuk meminimalisir risiko akibat gangguan memori, yakni dengan menerapkan hidup sehat, berolahraga secara teratur, dan juga memakan makanan yang bergizi. Selain itu, anda juga bisa memanfaatkan buku agenda, disiplin menempatkan barang-barang ke tempat semula, dan menerapkan sistem double check. Akan tetapi, jika dampak gangguan memori dirasa cukup mengganggu, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Author by : Devina Mulya 
IG : @devinamulya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here