karyawan baru

Pinjammodal.id Setelah lulus dari kuliah, kita dituntut untuk memasuki dunia baru. Ya! Dunia kerja! Dengan lingkungan dan social yang baru pastinya kita harus siap untuk menghadapi dunia baru tersebut. Dengan mengetahui strategi cerdas dan hemat untuk karyawan baru ini kamu dapat memastikan setiap rupiah dalam dompet kamu bisa bermanfaat, setidaknya tidak habis sebelum gaji kamu kembali masuk.

Simak strategi berikut ini!

Strategi Cerdas dan Hemat Untuk Karyawan Baru

Pernahkah Kamu mendengar cerita dari teman atau sodara kamu bahwa sisa uang di ATM atau di kantong nya mulai menipis padahal tanggal gajian masih sekitar 2 minggu ke depan?

Pengalaman ini seringkali terjadi, terutama para karyawan yang menggantungkan pendapatan mereka setiap tanggal 25 atau di akhir bulan.

Pengeluaran harian yang diluar kontrol,uang makan siang yang terkadang hedon ditempat yang social lifenya tinggi harus disiapkan ketika istirahat siang dengan rekan kerja, belum lagi kalau di daerah kantor makanan serba junk food.

Tentu ini tidak hanya memengaruhi kesehatan dompet, tetapi juga kesehatan jasmani kita bukan?

Sebetulnya, untuk mengehemat biaya pengeluaran harian tidak serumit yang dibanyangkan.

Semua berawal dari niat yang dijalankan dengan penuh komitmen dan motivasi.

Apa motivasi Kamu untuk menghemat pengeluaran?

Apakah uang hasil menghemat pengeluaran itu akan digunakan untuk:

  • Biaya membeli rumah baru?
  • Biaya pernikahan dengan pasangan?
  • Biaya liburan akhir tahun?
  • Biaya membeli kendaraan baru?
  • atau biaya untuk dana hari tua?

Itu semua bisa tercapai asalkan Kamu benar-benar berkomitmen untuk menggapainya.

Setelah Kamu menetapkan tujuan Kamu, ini dia strategi cerdas dan hemat untuk karyawan baru seperti kamu

1. Bawa bekal kekantor

Strategi cerdas pertama, kamu bisa memulai dengan membawa bekal makan sendiri dari rumah. Sudah terbukti bahwa biaya untuk memasak di rumah dibandingkan dengan biaya makan di luar rumah terpaut cukup besar.

Kamu bisa menggunakan uang Rp50 ribu saja untuk makan pagi hingga makan malam.

Dan jika kamu selalu makan diluar, kamu bisa saja menghabiskan Rp 50 ribu hanya untuk satu kali makan. Belum termasuk sarapan Rp 15 ribu dan makan malam Rp 35 ribu bahkan jajan makanan ringan kamu. Bayangkan jika kamu bisa menghemat uang makan dalam satu hari sebesar Rp50 ribu. Pengeluaran kamu dalam satu bulan untuk makan hanya menembus angka Rp1.500.000 (Rp50.000 x 30 hari).

Namun, itu semua memang butuh pengorbanan untuk pergi berbelanja, bangun lebih pagi untuk masak dan juga menahan nafsu untuk jajan sembarangan.

Kamu bisa melakukannya jika tetap pada motivasi untuk berhemat.

Jika pengeluaran kamu belum tercatat dengan rapi, kamu bisa mencatat setiap pengeluaran kamu melalu notes di smartphone kamu.

2. Stop Kebiasaan Buruk

Jika Kamu memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, minum alcohol atau jajan sembarangan, segera sadari bahwa itu tidak baik untuk kesehatan jangka panjang Kamu.

Jika Kamu sebagai seorang perokok aktif, selain merusak tubuh, Kamu pun sedang membuat orang lain di sekitar Kamu menjadi perokok pasif.

Mungkin Kamu tidak merasakan dampak buruknya sekarang, namun pada saatnya nanti Kamu pasti akan menuai apa yang Kamu tabur.

Jajan sembarangan pun jangan disangka sebagai bagian dari kebiasaan yang dianggap sepele.

Dari jajan sembarangan, seorang anak bisa dilarikan ke rumah sakit karena keracunan akibat makanan yang tidak higienis yang ia konsumsi saat jajan di luar sekolah.

Awalnya bertujuan untuk jajan dan mengisi perut, tapi malah berujung di rumah sakit dan menelan biaya berobat yang tidak sedikit.

Bukannya hidup hemat tapi kepala jadi penat!

Ingat kembali komitmen Kamu di atas, apa yang ingin Kamu lakukan dengan menghemat biaya pengeluaran! Segera hentikan kebiasaan buruk yang merusak tubuh Kamu!

Bayangkan jika satu bungkus rokok seharga Rp30 ribu untuk satu hari, jika Kamu kumpulkan dan tabung selama 1 tahun, Kamu akan bisa mengumpulkan sebesar Rp10.950.000 (Rp30.000 x 365 hari).

Sekitar Rp10 juta dapat Kamu kumpulkan dalam satu tahun. Ini bukan uang yang kecil bukan?

3. Nongkrong Bareng Teman

Terkadang untuk terlihat kece, banyak orang nongkrong di café bersama teman-teman dan tak menyadari mereka harus mengeluarkan kocek setidaknya Rp50 ribu untuk makan snack, ngopi atau membeli sesuatu.

Tidak salah untuk sesekali hang out bersama teman di café. Tapi jika Kamu selalu melakukannya dan Kamu akan menyadari di akhir bulan bahwa dompet Kamu mulai menipis.

Jika teman Kamu memaksa untuk nongkrong di café, Kamu bisa menghemat biaya jajan dengan membawa minum dari rumah sendiri dan membawa makanan ringan dari rumah.

Tak perlu malu pada teman-teman Kamu karena Kamu sedang melakukan suatu yang benar untuk masa depan finansial Kamu.

4. Lihat Promo di Supermarket Atau Mall

Ada banyak promo atau iklan menarik seperti potongan harga 50 persen, buy 1 get 1 free atau pengumpulan poin tambahan untuk menghemat biaya belanja berikutnya.

Manfaatkan strategi promo ini untuk barang-barang kebutuhan Kamu.

Namun, jangan tergoda untuk barang-barang yang sebetulnya tidak Kamu perlukan.

Manfaatkan fasilitas kartu kredit dengan bijak dan hati-hati dengan cara hidup konsumtif dalam menggunakan kartu sakti tersebut.

Hidup Hemat Bukan Berarti Melarat

Kamu tetap bisa menikmati hidup dengan gaya hidup sederhana. Permasalahannya ada dalam pikiran kita sendiri, apakah kita ingin mengikuti keinginan (hawa nafsu) atau kebutuhan yang memang harus dipenuhi.

Tak selamanya hidup berhemat terlihat seperti orang melarat.

Memiliki baju tak harus memilih brand yang mahal bukan, yang terpenting rapi, nyaman dipakai dan ramah di kantong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here